![]() |
| Foto: Kadis PUPR Kapuas H Hargatin.,ST.,MT Survei Desa Masupa Ria Tempuh Mobil, Klotok hingga Jalan Kaki |
KUALA KAPUAS - Akses menuju Desa Masupa Ria, desa paling ujung di Kecamatan Mandau Talawang, Kabupaten Kapuas, hingga kini masih sangat terbatas. Untuk mencapai desa tersebut, rombongan harus menempuh perjalanan panjang dengan berbagai moda transportasi, mulai dari mobil, Alkon atau kelotok, hingga berjalan kaki menembus hutan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kapuas, H Hargatin ST MT, menjelaskan bahwa perjalanan survei dimulai dari Sei Pinang menuju Tumbang Manyarung menggunakan mobil dengan waktu tempuh sekitar tiga jam.
Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan alkon atau kelotok menyusuri jalur sungai dari Tumbang Manyarung ke Dusun Jakatan Masupa selama kurang lebih dua jam. Dari Dusun Jakatan Masupa, rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Desa Masupa Ria selama sekitar 2,5 jam.
Jalur yang dilalui cukup berat, harus berjalan kaki melewati hutan belantara dan sebagian menyusuri pinggiran sungai untuk bisa sampai ke Desa Masupa Ria. Survei tersebut dilakukan selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Januari 2026, dalam rangka pendataan kondisi infrastruktur di wilayah terpencil.
Hargatin berharap ke depan pemerintah daerah dapat membangun akses jalan darat menuju desa tersebut. Hingga saat ini, belum ada jalan darat yang menghubungkan Kabupaten Kapuas secara langsung ke Desa Masupa Ria.
"Kami berharap ke depan bisa menyediakan anggaran untuk pembangunan jalan ke sana, karena saat ini memang belum ada akses jalan darat dari Kabupaten Kapuas," pungkasnya. (Fajar)
