PETIR, Ormas yang Diduga Membekingi Tambang Emas Liar di Ketapang -->

PETIR, Ormas yang Diduga Membekingi Tambang Emas Liar di Ketapang

07/03/2026, 3/07/2026
Foto: Anggota PETIR mendemo Mapolres Ketapang meminta pembebasan seorang pelaku tambang Pada 9 Juni 2025 lalu


KETAPANG - Pengurus organisasi kemasyarakatan (Ormas) Persatuan Tambang Independen Rakyat (PETIR) diduga terlibat dalam aktivitas tambang emas liar di wilayah Matan Hilir Selatan dan Sungai Melayu Raya. Organisasi ini didirikan pada 1 Maret 2025 dengan pengurus Kacung Supandi sebagai ketua, Aldo Mulyo sebagai sekretaris, dan Otak sebagai bendahara.


Masyarakat mencurigai bahwa PETIR digunakan sebagai wadah untuk menekan aparat keamanan dan mengumpulkan upeti dari aktivitas tambang liar. "PETIR membekingi tambang liar," kata Daniel, ketua Laskar Jagadilaga.


Pada 9 Juni 2025, PETIR melakukan demo besar-besaran di Mapolres Ketapang untuk membebaskan pekerja tambang bernama Roni Paslah yang ditangkap karena disangka menganiaya seseorang. Daniel menganggap ini sebagai contoh nyata bagaimana PETIR menekan aparat keamanan.


Daniel meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk mewaspadai kemunculan PETIR dan mengambil kebijakan yang tegas. "Organisasi seperti ini jika dibiarkan akan menimbulkan persepsi negatif kepada publik," katanya.

Foto: Pengurus PETIR saat syukuran sekretariat mereka di Kecamatan Sungai Melayu Raya, (Sumber media online)


Pengurus PETIR dapat disangkakan dengan undang-undang organisasi kemasyarakatan dan undang-undangan pertambangan ataupun lingkungan hidup. Daniel meminta agar tidak ada kesan membiarkan atau memelihara kegiatan seperti ini, karena dampaknya bisa fatal bagi daerah.


Tambang emas ilegal telah menimbulkan kerusakan lingkungan, korban nyawa manusia, dan menjadi daerah subur peredaran narkoba, alkohol, dan prostitusi. Lokasi PETI juga menjadi jalur gelap jual beli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi.


Daniel meminta aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk tegas dalam mengambil kebijakan dan tidak membiarkan kegiatan seperti ini tumbuh subur. "Jika dibiarkan, dampaknya bisa fatal bagi daerah kita," katanya.

TerPopuler