Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla

Foto: Pertemuan Substansi Utama Yang Membahas Penguatan Sinergi TNI-Polri Dalam Menjaga Stabilitas Keamanan Sekaligus Mengoptimalkan Penanganan Karhutla

KUBU RAYA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi pekerjaan besar di Kabupaten Kubu Raya. Di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda berakhir, personel gabungan terus berjibaku memadamkan api dan melakukan pendinginan di sejumlah titik rawan kebakaran.

Situasi itu mendorong penguatan koordinasi lintas instansi. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi Kapolres Kubu Raya, AKBP Rensa S. Aktadivia, ke Markas Kodim 1207/Pontianak di Jalan Gusti Sulung Lelanang, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, Kamis (6/8/2026).

Didampingi jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Kubu Raya, AKBP Rensa disambut langsung oleh Dandim 1207/Pontianak, Kolonel Inf. Robby Firdaus, beserta jajaran perwira staf. Pertemuan berlangsung hangat, dengan substansi utama membahas penguatan sinergi TNI-Polri dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mengoptimalkan penanganan karhutla.

AKBP Rensa mengatakan, tantangan tugas aparat saat ini semakin kompleks. "Sinergitas TNI dan Polri harus terus diperkuat. Dengan koordinasi yang solid, kita bisa memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sekaligus mengawal berbagai program strategis pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat," ujarnya.

Karhutla Bukan Lagi Ancaman, Tetapi Tantangan yang Sedang Dihadapi

Pembahasan karhutla menjadi fokus utama pertemuan. Kabupaten Kubu Raya saat ini masih menghadapi karhutla yang dipicu musim kemarau panjang, terutama di kawasan lahan gambut yang mudah terbakar. 

Di lapangan, personel gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, relawan, hingga Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan patroli, pemadaman, dan pendinginan di sejumlah lokasi.

Bagi AKBP Rensa, keberhasilan menangani karhutla tidak hanya diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga memastikan kebakaran tidak kembali terjadi melalui pencegahan. 

"Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri. Karhutla adalah tanggung jawab bersama. Pencegahan harus menjadi prioritas karena jauh lebih efektif daripada memadamkan api yang sudah meluas. Di sinilah pentingnya sinergi seluruh stakeholder agar setiap potensi kebakaran bisa ditangani sejak awal," tegasnya.

Ia menambahkan, patroli terpadu di kawasan rawan karhutla akan terus ditingkatkan. Selain pemantauan titik panas, personel gabungan juga akan memperkuat edukasi kepada masyarakat.

Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Selain karhutla, kedua pimpinan juga bertukar informasi mengenai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kabupaten Kubu Raya. TNI dan Polri berkomitmen memperkuat koordinasi agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi lebih cepat.

Dandim 1207/Pontianak, Kolonel Inf. Robby Firdaus, menyambut baik penguatan sinergi tersebut. "Hubungan yang harmonis antara TNI dan Polri merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujarnya. (Tim)

Editor: R. Hermanto

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla
  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla
  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla
  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla
  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla
  • Perkuat Sinergi, Kapolres Kubu Raya dan Dandim 1207/Pontianak Satukan Langkah Tangani Karhutla

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad