Hampir 3 Bulan Tanpa Hujan, Masyarakat Dayak Hibun Gelar Ritual Bapinta Mohon Hujan Turun
![]() |
| Foto: Prosesi Ritual Adat Bapinta Masyarakat Dayak Hibun di Rumah Betang Sutoyo Kota Pontianak |
PONTIANAK - Masyarakat Dayak Hibun menggelar ritual adat Bapinta atau tradisi doa adat untuk memohon turunnya hujan di Betang Sutoyo, Kota Pontianak, Kamis (17/9/2026). Ritual tersebut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar melalui kearifan lokal di tengah kemarau yang telah berlangsung hampir tiga bulan.
Prosesi ritual Bapinta dipimpin oleh tetua adat atau Damang F. Murjadi Dawe dan berlangsung khidmat.
Kegiatan tersebut dihadiri para fungsionaris adat dari enam kecamatan di Kota Pontianak, Dewan Adat Dayak (DAD), Majelis Perempuan Adat, Forkopimda, Kapolresta Pontianak, serta berbagai organisasi kemasyarakatan Dayak. Hadir pula Sekretaris Umum DAD Kalimantan Barat, Yus Thadeus, SH., MPA, dan Ketua DAD Kota Pontianak Yohanes Nenes F. Murjadi.
Ketua DAD Kota Pontianak, Yohanes Nenes F. Murjadi, mengatakan ritual Bapinta dilaksanakan karena kondisi cuaca telah memberikan dampak terhadap kehidupan sehari-hari.
"Kita telah merasakan dan melihat kondisi cuaca saat ini sangat berpengaruh, baik terhadap perasaan, pekerjaan maupun masalah kesehatan kita. Maka pada hari ini kami melaksanakan adat Bapinta Hujan,” ujar Nenes.
Ia berharap melalui ritual adat tersebut, hujan segera turun di wilayah Kota Pontianak dan sekitarnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum DAD Kalbar, Yus Thadeus, SH., MPA, mengatakan masyarakat telah menghadapi kondisi tanpa hujan selama hampir tiga bulan. Dampaknya dirasakan pada kesehatan, pekerjaan, pertanian, dan perladangan.
Ia mengapresiasi langkah DAD Kota Pontianak bersama masyarakat Dayak Hibun dan mengimbau DAD kabupaten/kota se-Kalbar melakukan kegiatan serupa.
“Kita memang tidak mempunyai teknologi seperti yang dilakukan pemerintah, tetapi kita mempunyai budaya dan kearifan lokal. Kita bisa menggunakan budaya kita untuk membantu mengatasi masalah yang kita hadapi, salah satunya melalui ritual adat seperti yang dilakukan pada hari ini,” ungkapnya.
Ritual Bapinta menjadi bagian dari tradisi masyarakat Dayak Hibun dalam menyampaikan doa dan harapan kepada Yang Maha Kuasa, dengan harapan kemarau yang berdampak pada kehidupan masyarakat dapat segera berakhir.
Penulis: Jeckmus Editor: Robi

Posting Komentar