Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor

Foto: Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau Tentang BDR

SEKADAU - Kualitas udara di Kalimantan Barat kembali menurun akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dampaknya mulai terasa hingga ke dunia pendidikan. 

Di Kabupaten Sekadau, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan resmi kembali memberlakukan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh satuan pendidikan.

Hal itu tertuang dalam Surat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sekadau Nomor 400.3.5/1221/Dikbud.02 tertanggal 2 September 2026 yang ditandatangani Kepala Disdikbud Sekadau, Fran Dawal, SE., M.A.P.

BDR di Sekadau 7-12 September 2026  

Fran Dawal saat dikonfirmasi sesuai surat tersebut mengatakan, keputusan BDR diambil karena masih terjadinya penurunan kualitas udara yang diakibatkan bencana kebakaran hutan dan lahan di 7 Kecamatan di Kabupaten Sekadau.

“Bahwa pelaksanaan Kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) bagi seluruh Satuan Pendidikan di Kabupaten Sekadau akan kembali dilaksanakan pada Senin-Sabtu, 7-12 September 2026,” ujarnya.

Untuk kegiatan belajar tatap muka dijadwalkan kembali dilaksanakan pada Senin, 14 September 2026. 

Ketentuan lain dalam pelaksanaan BDR/Daring tetap mengacu pada Surat Edaran sebelumnya Nomor 400.3.5/1169/Tahun 2026.

Surat itu ditujukan kepada Kepala PAUD, SD, SMP, dan PKBM se-Kabupaten Sekadau. Tembusan disampaikan kepada Bupati dan Wakil Bupati Sekadau.

Kabut Asap Ancam Kesehatan dan Aktivitas 

Penurunan kualitas udara akibat karhutla bukan hanya berdampak pada pendidikan. Sejumlah daerah di Kalbar juga mulai merasakan dampaknya.

Di Bandara Supadio Pontianak misalnya, erupsi Gunung Anak Krakatau yang bertepatan dengan kondisi kabut asap membuat 16 penerbangan ke dan dari CGK dibatalkan pada 6 September 2026. 

Sementara di Kubu Raya, Polres Kubu Raya justru mempercepat pembangunan 16 titik sumur bor di 9 kecamatan. Sebagian sumur dipersiapkan sebagai sumber air cadangan untuk penanganan karhutla.

Kabut asap yang pekat berpotensi mengganggu pernapasan, aktivitas luar ruang, dan transportasi. Karena itu masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah, menggunakan masker, dan memperbanyak konsumsi air putih.

Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Disdikbud meminta seluruh sekolah memastikan proses BDR berjalan efektif. Sementara BPBD dan instansi terkait terus memantau titik api dan kualitas udara.

Dengan adanya BDR, diharapkan siswa dan tenaga pendidik dapat terlindungi dari dampak langsung kabut asap, sekaligus pembelajaran tetap berjalan.

Penulis: Jack_Redaksi Editor: R. Hermanto

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor
  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor
  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor
  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor
  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor
  • Dampak Karhutla Meluas: Sekadau BDR, Penerbangan Supadio Batal, Kubu Raya Bangun Sumur Bor

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad