ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak

Foto: Direktur Art Borneo, Annisa Fitri Yusuf, M.Pd. didampingi Kurator Art Borneo, M. Faozi Yunanda, M.Sn

PONTIANAK - Art Borneo 2026 kembali hadir di Kota Pontianak melalui pameran dan rangkaian program seni yang mempertemukan seniman, komunitas, serta praktik kebudayaan dari *Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam*.

Mengangkat tema “Ekologi Sosial, Memori, dan Identitas” dengan tajuk “Khalayak: Arketipal Primordial”, Art Borneo 2026 mengajak masyarakat menelusuri kembali hubungan manusia dengan ruang hidupnya. Mulai dari ingatan, pengalaman, lingkungan hingga kebudayaan yang membentuk cara manusia memahami diri dan dunia.

Borneo dan Persoalan Ekologi

Borneo tidak berdiri sebagai ruang yang terpisah. Masyarakatnya tumbuh dari tanah, sungai, hutan, dan ingatan yang saling terhubung. Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam berbagi satu ruang geografis, sejarah, serta akar kebudayaan yang panjang.

Namun keterhubungan tersebut kini dihadapkan pada persoalan ekologis. Kebakaran hutan dan lahan, asap, perubahan bentang alam serta tekanan terhadap ekosistem telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Kurator Art Borneo, M. Faozi Yunanda, M.Sn, mengatakan persoalan ekologi tidak dapat dilepaskan dari ingatan dan identitas masyarakat. 

“Ketika kita berbicara tentang ekologi, kita sebenarnya juga sedang berbicara tentang manusia. Kerusakan ekologis bukan hanya mengubah lanskap, tetapi juga berpotensi mengubah ingatan dan pengetahuan yang hidup di dalamnya,” ujarnya.

Melalui tajuk “Khalayak: Arketipal Primordial”, Art Borneo mencoba menelusuri jejak awal hubungan manusia dengan alam dan kebudayaan. Arketipa primordial tidak hanya ditempatkan sebagai masa lalu, melainkan sebagai ingatan yang masih hidup dalam hubungan manusia dengan tanah, air, hutan, leluhur serta ruang sosialnya.

Hasil Proses Residensi Lintas Wilayah

Art Borneo 2026 merupakan hasil proses panjang residensi lintas wilayah dan negara. Program Residensi mempertemukan seniman dari Indonesia, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk belajar, bertukar pengalaman, riset, serta mengembangkan praktik artistik bersama.

Proses diawali inkubasi daring 23–31 Juli 2026, dilanjutkan residensi di Sanggau, Sintang dan Kapuas Hulu pada 8–20 Agustus 2026. 

Para seniman tidak hanya bekerja di studio, tetapi berhadapan langsung dengan lanskap, masyarakat, dan pengetahuan lokal Kalbar.

Seniman peserta antara lain Vickram Sombu dari Kupang, Ilham dari Bali, Annisa Faradilla dari Bandung, Catrine dari Jakarta, M. Fariz dan Catur dari Yogyakarta, Gandez dari Tulungagung. Dari Kalbar ada Ozi dari Bengkayang, Mara dari Singkawang, Nauval dan Arif dari Pontianak, serta Jonet dari Sanggau.

Pengalaman residensi kemudian dipresentasikan melalui pameran di Pontianak.

Direktur Art Borneo, Annisa Fitri Yusuf, M.Pd., mengatakan tahun ini Art Borneo bukan sekadar perayaan seni.

“Pameran ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak, mengingat, dan saling menguatkan. Persoalan lingkungan bukan hanya persoalan satu wilayah, tetapi sesuatu yang kita hadapi bersama sebagai masyarakat Borneo,” katanya.

Seni Sebagai Ruang untuk Mengingat

Pameran menghadirkan karya yang membaca hubungan ekologi sosial, memori dan identitas. Karya-karya tersebut melihat bagaimana manusia mengingat tempatnya, bagaimana pengetahuan diwariskan, dan bagaimana perubahan ekologis memengaruhi kehidupan sosial dan budaya.

Art Borneo tidak menempatkan alam sebagai objek jauh dari manusia. Alam dipahami sebagai bagian dari kehidupan, ingatan dan kebudayaan itu sendiri.

Terbuka untuk Publik

Art Borneo 2026 dibuka 5 September 2026 pukul 19.30–22.00 WIB.  

Pameran terbuka untuk publik 6–16 September 2026, pukul 13.00–22.00 WIB di Gedung Aula Dekranasda Kalimantan Barat, Pontianak.

Panitia mengimbau pengunjung menggunakan masker mengingat kondisi kualitas udara. Masker gratis juga disediakan di lokasi.

Acara ini diselenggarakan Kolektif Emehdeyeh dengan dukungan Kementerian Kebudayaan RI melalui MTN, Festival Lestari, serta Disdikbud Kalbar.

Penulis: Rilis Editor: R. Hermanto

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak
  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak
  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak
  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak
  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak
  • ART Borneo 2026 Hadirkan Seni, Memori, Dan Ekologi Borneo Di Pontianak

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad