Tanpa Beda Agama, Rumah Singgah di Pontianak Bantu Keluarga Pasien Rawat Jalan
![]() |
| Foto: Pelayanan Sosial Rumah Singgah di Pontianak Bantu Keluarga Pasien Rawat Jalan |
PONTIANAK - Kegiatan malam yang digelar pada 14 Agustus 2026 di Pontianak menjadi momentum kebersamaan sekaligus menyampaikan pesan damai, kasih, dan kepedulian kepada masyarakat.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan harapan serta menghadirkan suasana damai bagi masyarakat Pontianak dan Kubu Raya. Pesan utama yang disampaikan adalah agar masyarakat dapat merasakan kasih dan damai Kristus dalam kehidupan sehari-hari.
Jesica mengatakan, kegiatan malam ini tidak hanya menjadi kegiatan bersama, tetapi juga diharapkan dapat memberikan manfaat dan harapan bagi masyarakat.
“Kami berharap kegiatan malam ini bisa memberikan dampak dan harapan bagi masyarakat, khususnya masyarakat Pontianak dan Kubu Raya. Kami berharap mereka boleh merasakan damai Kristus ada di dalam hati mereka,” ujar Jesica.
Rumah Singgah Gratis di Depan RSUD Soedarso
Selain menyampaikan pesan kedamaian, pihak penyelenggara juga membuka ruang bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan, termasuk masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal sementara selama berada di Pontianak.
Jesica menjelaskan, rumah singgah bagi orang sakit yang beralamat di depan RSUD dr. Soedarso Pontianak disediakan secara gratis. Rumah singgah tersebut diharapkan dapat membantu pasien maupun keluarga pasien yang membutuhkan tempat tinggal selama menjalani pengobatan.
“Rumah singgah orang sakit yang beralamat di depan RSUD dr. Soedarso Pontianak ini sangat penting untuk dijaga kebersihannya. Karena yang tinggal di sini adalah orang-orang yang sedang sakit dan kondisi mereka rentan. Jadi kebersihan harus benar-benar kita perhatikan,” kata Jesica.
Menurut Jesica, rumah singgah tersebut terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah, termasuk masyarakat dari 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat yang membutuhkan tempat menginap untuk keperluan pengobatan.
“Pesan saya untuk kawan-kawan di seluruh 14 kabupaten/kota di Kalimantan Barat, kalau mau menginap silakan datang. Rumah ini gratis. Tentunya ada syarat-syarat yang harus dilengkapi dan surat-suratnya juga harus lengkap,” ujarnya.
Jesica menegaskan, pelayanan rumah singgah tersebut tidak membedakan latar belakang agama masyarakat. Siapa pun yang membutuhkan dan memenuhi persyaratan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut.
“Kami tidak peduli agamanya apa. Yang penting surat-suratnya lengkap dan memenuhi persyaratan. Kami ingin rumah singgah ini bisa menjadi tempat yang membantu masyarakat yang sedang membutuhkan,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh penghuni dan masyarakat yang menggunakan rumah singgah agar memiliki kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan. Terutama kebersihan kamar dan lingkungan rumah singgah.
“Yang paling penting adalah kebersihan. Tolong jaga kebersihan, terutama kamar masing-masing. Karena kita menggunakan tempat ini bersama-sama dan yang datang juga orang sakit, sehingga kebersihan sangat penting demi kesehatan dan kenyamanan semua,” tambah Jesica.
Melalui kegiatan malam 14 Agustus 2026 tersebut, diharapkan pesan damai, kasih, kepedulian, dan semangat untuk saling membantu dapat terus dirasakan masyarakat Pontianak, Kubu Raya, serta masyarakat dari seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Barat.
Rumah singgah yang disediakan secara gratis tersebut juga diharapkan menjadi bentuk kepedulian nyata dalam membantu masyarakat yang sedang menjalani pengobatan, tanpa membedakan agama, selama memenuhi persyaratan dan melengkapi dokumen yang diperlukan. (JM)
Editor: R. Hermanto

Posting Komentar