![]() |
| Foto: Dian Saputra, Tokoh Muda Kayong Utara, Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi) |
KAYONG UTARA - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kayong Utara terhenti akibat penutupan empat titik dapur produksi. Korwil MBG setempat dituding melakukan kelalaian manajerial.
Dian Saputra, tokoh muda Kayong Utara, yang merupakan Mantan Ketua BEM Fisipol Universitas Tanjungpura (Untan) sekaligus Mantan Ketua Forum Mahasiswa Simpang Hilir (Formasi) mengkritik keras penutupan ini.
Menurutnya, penutupan ini dinilai sebagai langkah mundur dalam upaya pemenuhan gizi siswa, mengingat program ini merupakan prioritas strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di daerah.
"Ini bukti ketidaksiapan dan kelalaian Korwil. Mereka harusnya jadi jembatan solusi, bukan malah menghentikan program," katanya.
Dian juga mempertanyakan mekanisme penentuan titik dapur, pembangunan gedung, dan pengelolaan dapur yang diduga dimonopoli oknum pengusaha dan anggota dewan.
"Dalam waktu dekat saya bersama tokoh tokoh masyarakat juga akan melayangkan surat secara resmi kepada Anggota DPRD Kabupaten Kayong Utara untuk melaksanakan Audensi agar permasalahan permasalahan MBG di Kabupaten Kayong Utara dapat di Klarifikasi dari Pihak Satgas dan Korwil sehingga Publik mendapatkan Informasi secara Utuh," ujarnya.
Masyarakat juga mendesak audit kinerja Korwil dan instansi terkait agar program MBG kembali berjalan. Hingga kini, Korwil belum beri keterangan resmi.
"Kami tidak ingin hak-hak siswa di Kayong Utara terabaikan hanya karena masalah koordinasi yang buruk. Perlu ada evaluasi total terhadap kinerja Korwil agar kejadian serupa tidak terulang," tukasnya. (Izhar)
