![]() |
Foto: Gemawan Kalbar Gelar Pelatihan Advokasi Jaringan Petani Komoditas di Sintang |
SINTANG - Lembaga Gemawan memfasilitasi Pelatihan Advokasi Jaringan Petani Komoditas yang digelar pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di Aula Botani Dinas Pertanian Kabupaten Sintang. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat kapasitas petani dalam mengidentifikasi persoalan pertanian sekaligus meningkatkan kemampuan advokasi kepada para pemangku kepentingan.
Pelatihan diikuti oleh perwakilan petani dari delapan desa di Kabupaten Sintang. Kegiatan difasilitasi oleh Lani Ardiansyah dan dimoderatori oleh Natalia Kori. Sejak sesi pembukaan, para peserta menyampaikan harapan agar pelatihan ini dapat menjadi ruang berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat jejaring antarpetani lintas desa.
Pada sesi pertama, peserta dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan komoditas utama yang dikelola. Melalui diskusi kelompok, petani memetakan berbagai persoalan yang dihadapi di lapangan, mulai dari keterbatasan pupuk dan bibit, serangan hama dan penyakit tanaman, penggunaan alat pertanian yang masih sederhana, kondisi jalan usaha tani yang rusak, hingga keterbatasan akses pasar serta rendahnya harga jual komoditas.
Sesi kedua dilanjutkan dengan simulasi audiensi antara jaringan petani komoditas dan para pemangku kepentingan. Dalam simulasi ini, petani secara langsung menyampaikan kebutuhan akan teknologi dan alat pertanian modern, pelatihan serta pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian lapangan, serta perbaikan infrastruktur jalan yang berdampak pada distribusi hasil panen dan stabilitas harga komoditas.
Perwakilan petani menilai pelatihan ini sangat bermanfaat karena mampu merepresentasikan persoalan nyata yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak petani di desa-desa lain di Kabupaten Sintang. Sebagai tindak lanjut, jaringan petani komoditas berkomitmen untuk melengkapi data dan kebutuhan administrasi advokasi dalam waktu dua minggu ke depan, sekaligus mulai merencanakan pelatihan advokasi lanjutan di desa masing-masing.
Lembaga Gemawan berharap pelatihan ini dapat memperkuat posisi tawar petani serta mendorong lahirnya kebijakan pertanian yang lebih adil, berkelanjutan, dan berpihak pada petani kecil. (Izhar)
