Tengah Karhutla, Bupati Sujiwo Pimpin Salat Istisqa Mohon Hujan
![]() |
| Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo Pimpin Salat Istisqa Mohon Hujan |
KUBU RAYA - Di tengah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kabut asap, serta kekeringan yang melanda, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya bersama Forkopimda, ulama, TNI, Polri dan ASN menggelar salat istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Rabu (9/9/2026).
Salat istisqa digelar sebagai ikhtiar memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan dan meringankan dampak bencana.
Bupati Kubu Raya, Sujiwo, mengapresiasi kehadiran para ulama dan seluruh pihak. Ia menegaskan, upaya penanganan di lapangan harus terus jalan, namun manusia juga wajib memohon pertolongan.
“Allah itu Maha segala-galanya. Kalau Allah menghendaki, kapan saja hujan bisa turun. Dengan kita menghamba dan bermunajat bersama, mudah-mudahan Allah segera mengabulkan doa kita,” ujar Sujiwo.
Ia menyebut hujan yang sempat turun beberapa hari lalu cukup membantu meredakan karhutla, meski sebagian merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
“Walaupun dilakukan rekayasa cuaca, kalau Allah tidak mengizinkan, tidak akan jadi hujan. Karena Allah berkehendak, akhirnya hujan itu turun,” katanya.
Sujiwo menegaskan pemerintah dan seluruh unsur tidak boleh berhenti berupaya. Selama lebih dari dua bulan, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan relawan terus berjibaku siang malam di lapangan.
“Kita tidak boleh lelah dan menyerah. Memang melelahkan, tetapi semua pihak sudah lebih dari dua bulan berjuang,” tuturnya.
Dampak karhutla dan kekeringan juga menggeser fokus pemerintahan. Sekitar 60 persen perhatian Pemkab saat ini diarahkan untuk penanganan bencana, sementara 40 persen lainnya untuk pembangunan dan pelayanan publik.
Selain karhutla, ketersediaan air bersih menjadi persoalan serius. Air di sejumlah wilayah mulai payau dan harganya mahal.
Untuk itu, Pemkab bersama PT Alas Kusuma, TNI, Polri, PMI, BPBD terus mendistribusikan air minum. Hingga hari ketujuh, sekitar 570 ribu liter telah disalurkan. Pada hari salat istisqa, tambahan hampir 80 ribu liter kembali dibagikan.
“Saya hari ini akan berburu lagi, berkeliling mencari sumber air minum. Kita harus antisipasi jika kondisi ini berkepanjangan,” kata Sujiwo.
Ia mengimbau warga tetap tenang dan sabar.
“Ini bukan waktunya saling menyalahkan. Upaya pemerintah bersama TNI, Polri dan swasta sudah maksimal. Mohon doa seluruh masyarakat agar Allah segera menurunkan hujan,” pungkasnya.
Penulis: Jeckmus Editor: R. Hermanto

Posting Komentar