Kapolda Kalbar Salurkan Air Bersih Dan Bakti Kesehatan Untuk Warga Lintang Batang
![]() |
| Foto: Kapolda Kalbar Salurkan Air Bersih dan bakti sosial untuk warga yang terdampak karhutla |
KUBU RAYA - Api Karhutla di Dusun Lintang Batang, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, memang telah dikendalikan. Namun, bagi warga, dampaknya belum berakhir.
Sumber air mengering. Asap menyisakan keluhan kesehatan. Di tengah kondisi itu, Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H., turun langsung menemui warga, Rabu (2/9/2026).
Didampingi Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia dan Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, Kapolda menyalurkan air bersih dan menggelar bakti kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak Karhutla di kawasan Jalan Trans Kalimantan, Dusun Lintang Batang.
Ratusan warga mendapat pemeriksaan kesehatan, pengobatan, obat-obatan, edukasi kesehatan, sekaligus bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kehadiran Kapolda di tengah warga menjadi bentuk perhatian Polda Kalbar terhadap masyarakat yang masih menghadapi dampak Karhutla dan kekeringan setelah kebakaran berhasil dikendalikan.
Bagi Alberd, penanganan Karhutla tidak boleh berhenti ketika api padam. Masyarakat yang berada di sekitar lokasi kebakaran harus dipastikan tetap mendapat perlindungan, terutama ketika kebutuhan dasar seperti air bersih mulai sulit diperoleh.
“Kami dari jajaran Kepolisian Polda Kalbar menunjukkan rasa prihatin, tanggung jawab, dan empati terhadap warga masyarakat di Dusun Lintang Batang,” ujar Alberd.
Alberd mengatakan, kebakaran lahan yang cukup besar terjadi di kawasan Lintang Batang dua hari sebelum kegiatan tersebut. Kobaran api bahkan sempat mendekati sejumlah fasilitas vital, termasuk SPBU yang berada di sekitar lokasi.
Api akhirnya dapat dikendalikan berkat sinergi jajaran kepolisian, TNI, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya, BPBD, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, serta berbagai pihak lainnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan tetap melakukan pendinginan dan pembasahan di area bekas terbakar untuk mencegah bara kembali menyala.
Namun, ketika ancaman api mulai mereda, persoalan warga justru belum selesai. Kondisi kering membuat sumber air di sekitar permukiman warga ikut terdampak. Air menjadi kebutuhan yang semakin sulit diperoleh.
"Pelayanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan, hingga pembagian obat-obatan. Selain itu, kami juga memberikan edukasi kepada warga sekitar serta mendistribusikan air bersih, terutama untuk kebutuhan air minum," kata Alberd.
Menurut Kapolda Kalbar, kondisi ketersediaan air bersih di sekitar Dusun Lintang Batang cukup mengkhawatirkan. Bupati Kubu Raya juga telah mengecek tiga lokasi di desa tersebut yang dipastikan memiliki sumber air.
Sinung, warga Desa Teluk Bakung, mengatakan kebakaran lahan dan kekeringan membuat kehidupan warga semakin sulit. Parit yang selama ini menjadi sumber air kini mengering. Warga terpaksa membeli atau menggunakan air galon.
“Kami sangat terdampak kebakaran lahan dan kekeringan. Parit sudah kering sehingga kami harus menggunakan air galon untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan air bersih dan bakti sosial kesehatan ini sangat membantu kami,” ungkap Sinung.
Selain persoalan air, asap kebakaran juga memunculkan keluhan kesehatan. Dalam kegiatan tersebut ditemukan warga dengan sakit tenggorokan, batuk dan flu, mata perih, hingga sesak napas.
Kapolres Kubu Raya AKBP Rensa S. Aktadivia mengimbau warga menggunakan masker saat di luar rumah dan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara masih dipengaruhi asap.
“Kami akan berupaya memberikan pelayanan kesehatan dan air bersih kepada masyarakat terdampak yang sangat membutuhkan. Pelayanan kesehatan ini sebagai bentuk program Kapolda Kalbar untuk masyarakat,” tegas Rensa.
Kunjungan Kapolda Kalbar ke Lintang Batang memperlihatkan bahwa penanganan Karhutla tidak berhenti pada bagaimana api dipadamkan. Ketika kobaran api berhasil dikendalikan, masih ada warga yang harus menghadapi kekeringan, keterbatasan air bersih, dan gangguan kesehatan.
Penulis: Tim_Jm Editor: R. Hermanto

Posting Komentar