Coach Justin Soroti Formasi 3 Bek Herdman Usai Timnas Indonesia Kalah 0-3 dari Vietnam
![]() |
| Foto: Pelatih Timnas Indonesia Coach John Herdman |
JAKARTA - Pengamat sepak bola Justinus Lhaksana atau yang akrab disapa Coach Justin menyoroti strategi John Herdman setelah Timnas Indonesia mengalami kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada lanjutan Grup A Piala AFF 2026 di kandang sendiri, pada Senin 4 Agustus 2026 lalu.
Menurut Coach Justin, kekalahan tersebut tidak lepas dari keputusan Herdman dalam memilih formasi tiga bek. Ia menilai skema tersebut belum cocok diterapkan Timnas Indonesia karena membutuhkan kemampuan transisi dan pemahaman taktik yang sangat tinggi.
"Gue bukan fans dengan main 3-4-3 atau 3-5-2. Bermain tiga bek itu sulit. Lu harus punya level yang bagus untuk menjalankan tiga bek," ujar Coach Justin dikutip dari akun YouTube pribadinya Justinus Lhaksana.
"Mereka harus tahu kapan membantu serangan, kapan tidak. Menurut gue level kita belum cocok untuk itu," bebernya.
"Sudah bertahun-tahun, berkali-kali gue bilang. Di bawah Shin Tae-yong, di bawah Patrick Kluivert, lawan Jepang juga main tiga bek diobok-obok," ucap Coach Justin.
"Kenapa kita enggak main biasa saja 4-2-3-1 dengan dua anker? Apa salahnya bermain seperti itu?" ujar Coach Justin.
"Gue enggak mau menghujat John Herdman. Kasih dia waktu. Ini pelajaran buat dia," kata Coach Justin.
Selain formasi, Coach Justin juga menyoroti komposisi pemain yang diturunkan Herdman saat menghadapi Vietnam. Ia menilai Timnas Indonesia kehilangan kecepatan dalam transisi karena memainkan beberapa pemain senior secara bersamaan.
"Bukan salah pemain juga. Memang mereka sudah senior. Marc Klok sudah tidak punya fisik yang memadai dari sisi transisi," ujar Coach Justin.
"Vietnam itu kekuatannya speed karena mereka masih muda-muda. Yang gue pertanyakan kenapa John pasang Klok, Thom, sama Jenner di tengah," katanya.
Menyikapi kekalahan Timnas Indonesia 0-3 dari Vietnam, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengatakan meski hasil tersebut mengecewakan, Erick menegaskan dukungannya terhadap pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, tidak berubah.
Kekalahan itu membuat perjuangan skuad Garuda untuk lolos ke babak semifinal belum sepenuhnya aman.
Menurutnya, proses pembentukan tim yang kompetitif membutuhkan waktu dan tidak bisa dinilai hanya dari satu pertandingan.
"Saya masih sangat percaya dengan John Herdman untuk membentuk timnas yang kuat dan berdaya saing secara bertahap. Visi kita jelas, tidak hanya di Asia Tenggara, tetapi juga untuk bersaing di level Asia dan bahkan dunia. Proses ini membutuhkan waktu dan kesabaran," ujar Erick.
Erick juga meminta publik mengakui kualitas Vietnam yang memang menjadi salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara.
"Kita harus mengakui bahwa Vietnam adalah tim yang kuat dan memiliki sejarah yang solid. Mereka telah membuktikan kapasitasnya dengan tiga kali menjuarai Piala AFF," tukasnya. (Jc)
Editor: R. Hermanto

Posting Komentar