30 Petani JARINGPEDAS Mempawah Perkuat Kapasitas Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha
![]() |
| Foto: Pelatihan Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha untuk Penguatan Ekonomi Komunitas JARINGPEDAS Kabupaten Mempawah |
MEMPAWAH - Sebanyak 30 petani komoditas dampingan Gemawan dari 15 desa di Kabupaten Mempawah mengikuti "Pelatihan Model Bisnis dan Pengelolaan Keuangan Usaha untuk Penguatan Ekonomi Komunitas JARINGPEDAS Kabupaten Mempawah".
Para peserta berasal dari Desa Wajok Hilir, Peniti Dalam I, Peniti Dalam II, Peniti Besar, Galang, Sungai Rasau, Antibar, Sejegi, Sekabuk, Bumbun, Suak Barangan, Jungkat, Sungai Bakau Besar Darat, Purun, dan Kuala Secapah.
Pelatihan berlangsung selama dua hari, pada 5–6 Agustus 2026, di Gedung Serbaguna Desa Kuala Secapah, Kecamatan Mempawah Hilir. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kuala Secapah, Mawardi.
Dewan Pengurus Gemawan, Hermawansyah, mengatakan setiap program yang dijalankan Gemawan selalu disusun berdasarkan pembacaan terhadap persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Sektor pertanian memiliki peran strategis sebagai penyangga ketahanan pangan sekaligus penyumbang penting bagi perekonomian nasional.
Namun, sektor ini tengah menghadapi berbagai tantangan, mulai dari menyusutnya lahan pertanian akibat alih fungsi, hingga persoalan regenerasi petani. "Mayoritas petani berusia di atas 50 tahun, sementara minat generasi muda bertani terus menurun karena sektor pertanian dipandang belum mampu memberikan jaminan kesejahteraan ekonomi," ujar Wawan sapaan akrab Hermawansyah.
"Persoalan paling mendasar yang dihadapi petani hari ini adalah rapuhnya ekonomi rumah tangga mereka. Berbagai program pembangunan tidak akan berdampak apabila tidak mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara langsung," lanjutnya.
Ia juga mengkritisi pendekatan pembangunan pertanian yang lebih berorientasi pada industrialisasi pangan berskala besar seperti food estate berbasis korporasi. "Pendekatan tersebut cenderung menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi perusahaan dibandingkan bagi petani sebagai pelaku utama produksi pangan," tegasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali penyusunan perencanaan produksi, perhitungan potensi hasil panen, proyeksi pendapatan, hingga pengelolaan keuangan usaha dan rumah tangga secara terpisah. Gemawan juga mendorong penguatan organisasi melalui Jaringan Petani Berbasis Komoditas (JARINGPEDAS) sebagai ruang belajar bersama untuk memperkuat posisi dan daya tawar petani.
"Dengan organisasi yang kuat, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menciptakan nilai tambah dari hasil pertanian, serta memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga mereka," pungkasnya.
Community Organizer Gemawan Wilayah Mempawah, Lani Ardiansyah, menjelaskan pelatihan menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) untuk memetakan potensi usaha, menganalisis rantai pasok, menentukan target pasar, serta merancang strategi pengembangan produk bernilai tambah.
Peserta juga dibekali tata kelola keuangan usaha meliputi pemisahan keuangan rumah tangga dan usaha, pembukuan kas sederhana, perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga pengelolaan arus kas.
"Yang diharapkan adalah tersusunnya dokumen BMC untuk komoditas prioritas, peserta menguasai instrumen keuangan usaha, dan lahirnya rencana aksi konkret untuk mengembangkan unit bisnis kelompok setelah pelatihan," tutup Ucup sapaan Lani Ardiansyah. (Izhar)
Editor: R. Hermanto
.jpg)
Posting Komentar