Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura

Foto: Dokumenter Film "Pesta Babi" di PSN Jayapura 

JAYAPURA - Film dokumenter investigatif _Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita_ karya Dandhy Dwi Laksono, Cypri Paju Dale, dkk diputar dan didiskusikan secara terbuka untuk umum di Jayapura, Sabtu (9/5/2026) pukul 17.30 WIT.

Film ini membedah realitas pahit di balik ambisi pembangunan nasional melalui megaproyek strategis nasional (PSN) seperti lumbung pangan (_food estate_) dan perkebunan tebu berskala masif di wilayah selatan Papua.

Metafora Perampasan Ruang Hidup

"Pesta Babi" menyoroti bagaimana PSN menjadi alat baru untuk merampas ruang hidup masyarakat adat. Narasi film menunjukkan bahwa meski penjajahan fisik telah usai, praktik ekstraksi sumber daya yang abai terhadap hak asasi manusia tetap langgeng dengan wajah berbeda: kemajuan pembangunan Papua.

Istilah "Pesta Babi" digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan hutan Papua yang merupakan jantung kehidupan bagi Suku Marind, Awyu, Muyu, Mandobo, dan suku-suku lokal lainnya, diperebutkan layaknya barang rampasan oleh persekutuan elit politik, pengusaha, dan aparat keamanan.

Film ini memperlihatkan kontradiksi pemerintah yang mempromosikan transisi energi hijau dan ketahanan pangan, namun di sisi lain terjadi kehancuran hutan primer yang berganti menjadi hamparan monokultur. Hal itu justru menghilangkan sumber pangan mandiri masyarakat lokal dan merusak tatanan sosial serta tradisi mereka.

Melalui sinematografi yang jujur dan kesaksian warga terdampak, karya ini mengajak penonton merenungkan kembali makna kemerdekaan dan keadilan. Film mempertanyakan apakah pembangunan yang mengorbankan ribuan hektare tanah adat dan meminggirkan penduduk aslinya masih bisa disebut sebagai kemajuan, atau justru merupakan bentuk kolonialisme modern.

"Film ini adalah pengingat keras bahwa di balik angka-angka pertumbuhan ekonomi, ada suara-suara yang dibungkam dan ekosistem yang sedang sekarat," tulis penyelenggara dalam keterangan tertulis.

Film dokumenter ini merekam awal mula kedatangan kapal yang membawa ratusan alat berat ke Papua. Jumlahnya terus bertambah dalam PSN untuk produksi pangan, energi biodiesel sawit, dan bioetanol tebu. Atas nama “ketahanan pangan” dan “transisi energi”, 2,5 juta hektare hutan Papua akan dikonversi menjadi perkebunan industri, yang disebut sebagai salah satu deforestasi terbesar dalam sejarah dunia modern.

Sebagai bentuk perlawanan, masyarakat yang tanah adatnya masuk dalam konsesi memasang salib raksasa dan palang adat. Gerakan Salib Merah menyebar di seluruh selatan Papua. Setidaknya 1.800 salib telah ditancapkan untuk menghadang perusahaan dan militer, secara fisik maupun spiritual.

Film _Pesta Babi_ merekam kisah perjuangan masyarakat di selatan Papua mempertahankan tanah leluhur mereka, di tengah bayang-bayang isu separatisme dan 60 tahun operasi militer Indonesia yang terkait dengan eksploitasi tanah Papua.

Pemutaran film dan diskusi diselenggarakan oleh Kalawai-Media Pusat Studi Masyarakat, BP Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Fakfak Kota Jayapura, Torang Pu Ruang Aman (TPRA), dan Gerakan Perjuangan Rakyat Papua (GPRP). (Red)


Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura
  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura
  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura
  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura
  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura
  • Film "Pesta Babi" Ungkap Sisi Gelap PSN di Papua, Diputar di Jayapura

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad