Mangrove: Benteng Alam Pesisir yang Harus Dijaga -->

Mangrove: Benteng Alam Pesisir yang Harus Dijaga

01/03/2026, 3/01/2026
Foto: Gemawan laksanakan penanaman mangrove di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 28 Februari 2026


MEMPAWAH - Kegiatan penanaman mangrove "Dari Hati Turun ke Alam – Bersama Tanam Mangrove" dilaksanakan di Desa Bakau Kecil, Kecamatan Mempawah Timur, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pada Sabtu, 28 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Harapan Alam (HARPA), Ganavira, Crustea, komunitas Interraction, dan Gemawan.


Mangrove bukan sekadar vegetasi pesisir, tetapi juga pelindung alami dari gelombang dan badai, habitat berbagai biota laut, sekaligus penyangga ekonomi masyarakat. 


"Dalam konteks perubahan iklim dan meningkatnya risiko abrasi, keberadaan mangrove menjadi semakin krusial," ujar Lani Ardiansya, pegiat Gemawan.


Kegiatan ini tidak hanya menanam bibit mangrove, tetapi juga memberikan pembelajaran langsung mengenai praktik silvofishery—model budidaya perikanan yang terintegrasi dengan pelestarian mangrove. 


"Dari Hati Turun ke Alam" menjadi ruang edukasi sekaligus refleksi bahwa perubahan besar selalu berawal dari langkah kecil yang dilakukan bersama.


Tantowi Gilang dari Harapan Alam menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara program beasiswa, pemberdayaan, dan pelestarian lingkungan. 


"Kegiatan lanjutan pasti ada. Kami masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam penguatan pemberdayaan masyarakat dan pengembangan komunitas di Kalimantan Barat," ujarnya.


Melalui kegiatan ini, para kolaborator mengajak masyarakat luas untuk turut serta menjaga pesisir. Karena pesisir bukan hanya tentang laut—ia adalah tentang kehidupan, keberlanjutan, dan masa depan yang dirawat bersama. (Izhar)

TerPopuler