Kalbar Catat Sejarah dengan 2.247 Ekor Sapi dalam Program Siska -->

Kalbar Catat Sejarah dengan 2.247 Ekor Sapi dalam Program Siska

11/01/2024, 1/11/2024
Foto: Sapi yang dikembangkan di kebun sawit melalui program Siska di Kalbar (ANTARA/Dedi/Borneotribun).

PONTIANAK - Pengembangan sistem Integrasi Sapi-Kelapa Sawit (Siska) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) hingga tahun 2023 mencapai tonggak sejarah dengan mencapai populasi sebanyak 2.247 ekor sapi.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalbar, Novi Salim, dalam keterangannya di Pontianak pada hari Rabu (10/1/2024) kemarin.

Novi Salim menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari model kemitraan usaha ternak berkelanjutan.

Proses pengembangan Siska di Kalbar dimulai dengan pembinaan implementasi dan pengembangan pada 13 klaster yang tersebar di enam kabupaten, yaitu Sanggau, Sintang, Sekadau, Landak, Bengkayang, dan Ketapang.

"Dalam Kabupaten Sanggau terdapat 4 klaster dengan populasi 148 ekor sapi, Ketapang 2 klaster dengan populasi 413 ekor, Sintang terdapat 3 klaster dengan populasi 408 ekor, Bengkayang 2 klaster dengan populasi 358 ekor, Landak 1 klaster populasi 198 ekor, dan Sekadau 1 klaster dengan populasi 22 ekor," ujar Novi Salim.

Ia menambahkan bahwa untuk tahun 2023, program Siska akan mendapatkan hibah dan diseminasi teknologi, seperti pagar listrik untuk pengelolaan rotasi dan manajemen penggembalaan, mesin shreeder/mesin pencacah sawit untuk pengolahan pakan fermentasi, serta mobile portable yard untuk optimalisasi manajemen pemeliharaan, kesehatan, dan kesejahteraan hewan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Heronimus Hero, menyatakan bahwa potensi pengembangan program Siska di Kalbar dapat mencapai 2,9 juta ekor sapi. 

Analisis tim penyusun peta jalan Siska Kalbar menunjukkan bahwa daya dukung lahan untuk integrasi Siska mencakup 2.156.406 hektare, yang dapat menampung hingga 2,9 juta ekor sapi dengan berbagai pola pemeliharaan.

"Dengan target populasi 500 ribu ekor sapi potong di tahun 2032, hanya 25 persen lahan kebun sawit yang diperlukan sebagai tempat yang layak bagi perkembangan sapi di Kalbar. Oleh karena itu, Siska menjadi program yang relevan untuk diimplementasikan di Kalbar dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di kebun sawit," kata Heronimus Hero.

Sumber: Antara/Dedi
Editor: Yakop

TerPopuler