Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas

Foto: Pengerjaan Sumber Air Bersih Berupa Sumur Bor Di Kabupaten Melawi (Dok. Gemawan Kalbar)

MELAWI - Kemarau panjang yang berakibat terjadi kekeringan dan kebakaran hebat tahun 2026 di Kabupaten Melawi menimbulkan empati pemegang kebijakan Perkumpulan Gemawan. Lembaga masyarakat sipil yang berdiri sejak tahun 1999 ini menyumbang sumber air bersih, berupa sumur bor untuk 2 komunitas di Kabupaten Melawi.

Mereka menyediakan untuk meringankan beban mendapatkan air bersih, Masyarakat Dusun Sebaju, Desa Nanga Kebebu, Kecamatan Nanga Pinoh, Melawi yang merupakan Masyarakat Hukum Adat (MHA) yang telah diakui pemerintah. Juga masyarakat lokal Dusun Sungai Raya, Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara, Melawi.

Lebih hebat lagi, sumur bor di Sebaju kedalamannya 18 meter dan menemukan sumber air yang banyak. Diprediksi oleh tenaga pembuat sumur bor bisa memenuhi kebutuhan air bersih bagi kurang lebih 40 rumah tangga pemukiman Sebaju bagian dalam (kampung).

"Kalau melihat air ne, bisa seluruh kampung ini, air ne bisa dipasang 4 peralon sedot sekaligus. Soalnya, bisa disedot pakai mesin robin. Kami selalu penggali pun puas mendapatkan air sebanyak ini," kata Sakirin, Ketua tim pengebor sumur, saat usai penggalian, Selasa, 13 Oktober 2026.

Banyaknya air yang keluar membuat Kepala Dusun Sebaju, Yayan bahagia. Sebab katanya, penyediaan air bersih menjadi persoalan bagi masyarakat yang hidup di antara Sungai Kebebu dan Sebaju ini. Biasanya air bersih didapatkan masyarakat dari Sungai Kebebu. Namun, saat ini air Sungai Kebebu telah tercemar sebab ada aktivitas tambang tanpa izin (PETI) di hulu sungai.

"Sumber air paling dekat dengan pemukiman Sungai Kebebu, tapi Sungai Kebebu tercemar. Untang ada air sumur bor yang diberi Gemawan ini. Terimakasih banyak kepada Gemawan," hatur Yayan.

Selaku pemimpin di Dusun, Yayan pun telah berkomunikasi dengan petinggi Sebaju lainnya untuk menyebarkan air agar bisa diakses seluruh rumah yang ada di pemukiman bagian dalam Sebaju ini.

"Kami berencana mau meletakan 3 titik akses yang bisa diambil masyarakat," ujarnya.

Selain untuk air bersih, kata Yayan, sumur bor yang berada di aula pertemuan Dusun Sebaju ini juga bisa dipakai untuk air memadamkan api. Ungkap Yayan, pada saat kejadian kebakaran, di sekitar dusunnya ketersediaan air menjadi masalah utama.

Senada, Bujang Sasmi, orang yang dituakan di masyarakat lokal Dusun Sungai Raya yang juga mendapatkan bantuan sumur bor dari Gemawan berkeinginan menggunakan air untuk pencegah kebakaran dan sumber air bersih sekitar 20 rumah yang ada di sekitar pemukimannya.

"Terima kasih kepada Gemawan, kami akan manfaatkan sebaik-baiknya sumur bor ini, untuk air bersih masyarakat dan untuk memadamkan api. Terimakasih lah kepada Bang Isa dan kawan-kawan Gemawan," ucapnya.

Laki-laki yang akrab disapa Bang Bujang ini mengungkapkan di pemukimannya air dari sumur gali kering, warga beli air untuk minum. Tetapi yang tidak mampu beli, terpaksa mengambil air Sungai Melawi untuk air bersih. Sebelum digunakan, air Melawi diendapkan dahulu, setelah itu baru dimasak dan dikonsumsi.

"Kalau kami beli, tapi yang tidak mampu terpaksa harus mengkonsumsi air yang ada," keluhnya.

Penulis: Taji/Izhar Editor: R. Hermanto

Baca juga
Tersalin!

Berita Terbaru

  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas
  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas
  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas
  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas
  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas
  • Kemarau dan Kebakaran Landa Melawi, Gemawan Bantu Sumur Bor untuk Dua Komunitas

Posting Komentar

Ad
Ad
Ad