Ketika Penjaga Hutan Diam, Adrianus Rumpe Memanggil Rakyat Untuk Bertindak
![]() |
| Foto: Ilustrasi AI |
PONTIANAK - Di tengah bumi Kalimantan yang dilanda duka, api terus melahap hutan-hutan tanpa henti. Si Jago Merah merajalela, menghanguskan paru-paru dunia dan menghancurkan rumah ribuan makhluk hidup. Langit pun diselimuti kabut asap.
Di tengah kondisi itu, Adrianus Rumpe, Tokoh Pemuda Dayak Kalimantan Barat, menyuarakan kritik tajam terhadap kinerja Menteri Kehutanan yang dinilai berdiam diri dan gagal menjalankan amanah menjaga hutan.
"Seorang Menteri yang diberi amanah menjaga hutan, ternyata gagal total memantau kawasan-kawasan yang harus dilindungi. Bukannya menjaga dan merawat, justru membebaskan kawasan hutan berharga untuk diubah menjadi lahan perkebunan dan tambang," tegas Adrianus.
Menurutnya, hutan yang dulu rimbun kini gundul. Kabut asap tak lagi sekadar kabut — ia adalah tangisan bumi yang tak didengar.
"Jika sang Menteri sadar tak mampu menjalankan tugas, jangan biarkan rakyat, orang-orang hutan, dan satwa liar menjadi korban dari kelalaian itu. Jangan biarkan ketidakmampuan satu orang merenggut masa depan banyak orang," lanjutnya.
4 TUNTUTAN ADRIANUS RUMPE:
1. Segera buat program penanaman kembali dan pulihkan kehijauan yang hilang
2. Pulihkan hutan dan lahan yang telah dirusak akibat karhutla
3. Hentikan alih fungsi hutan menjadi perkebunan dan tambang
4. Tindak tegas kelalaian penjaga hutan yang membuka pintu kerusakan.
Adrianus juga mengajak seluruh tokoh adat, tokoh masyarakat, dan anak bangsa untuk bersama-sama menuntut keadilan.
"Hutan bukan milik segelintir orang — ia adalah titipan leluhur, sumber kehidupan, dan masa depan anak cucu kita semua," ujarnya.
"Jika penjaga hutan tak lagi menjaga, maka rakyat harus berdiri untuk menjaganya. Karena hutan yang hilang, tak akan pernah bisa dikembalikan oleh janji-janji yang kosong," pungkas Adrianus.
Penulis: Adrianus Rumpe Editor: R. Hermanto

Posting Komentar