4F Gelar Diseminasi Hasil Program, Dorong Aksi Kolaboratif Untuk Lindungi Hutan dan Penghidupan Masyarakat
![]() |
| Foto: Direktur Eksekutif 4F, Tirza Pandelaki |
PONTIANAK - Farmers for Forest Protection Foundation / 4F bersama mitra menggelar kegiatan Diseminasi Hasil Program dan Penelitian bertajuk “Dari Bukti Ilmiah Menuju Aksi Kolaboratif: Memperkuat Perlindungan Hutan dan Penghidupan Petani Kecil, Masyarakat Adat, dan Komunitas Lokal melalui Pendekatan Lanskap”, di Gedung Anex Universitas Tanjungpura / UNTAN, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Seminar dan Festival Lanskap Lestari. Forum ini mempertemukan pemerintah, lembaga penelitian, perguruan tinggi, petani, masyarakat adat, komunitas lokal, organisasi masyarakat sipil, serta sektor swasta untuk membangun kolaborasi dalam menjaga hutan sekaligus meningkatkan penghidupan masyarakat.
Direktur Eksekutif 4F, Tirza Pandelaki, menjelaskan kegiatan ini bukan hanya sebatas seminar, melainkan bagian dari upaya 4F mempertemukan bukti ilmiah dengan pengetahuan dan pengalaman masyarakat di lapangan.
“Hutan, tanah, pangan, kebudayaan, dan penghidupan masyarakat merupakan satu kesatuan dalam sebuah lanskap. Karena itu, perlindungan hutan harus dilakukan bersamaan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang hidup di sekitar kawasan tersebut,” kata Tirza.
Dalam pelaksanaannya, 4F telah melakukan identifikasi terhadap sejumlah area konservasi. Selanjutnya, dilakukan pendampingan kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat kapasitas di tingkat desa. Pendampingan tersebut mencakup penguatan kelembagaan, pengelolaan keuangan, serta pengembangan potensi yang dimiliki masing-masing desa.
Upaya tersebut diharapkan membuat masyarakat dan pemerintah desa memiliki kapasitas lebih kuat dalam mengelola sumber daya secara berkelanjutan.
Tirza mengatakan, Festival Lanskap Lestari menjadi salah satu bagian dari upaya memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki desa-desa di Kalimantan. Masyarakat tidak hanya dipandang sebagai penjaga hutan, tetapi juga memiliki pengetahuan, budaya, produk, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan.
Ia menegaskan, perlindungan hutan harus berjalan seiring dengan praktik budidaya yang baik. Pengembangan penghidupan masyarakat tidak boleh dilakukan dengan cara yang justru memberikan tekanan terhadap hutan.
Dalam kegiatan tersebut, 4F juga memberikan dukungan terhadap peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan praktik budidaya dan pengelolaan yang lebih baik. Dengan begitu kebutuhan ekonomi masyarakat dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Dari Bukti Ilmiah ke Aksi Nyata
Dalam sambutan pembukaan, Tirza menyampaikan hasil penelitian dan kajian yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai laporan atau pengetahuan di ruang akademik.
“Hasil penelitian perlu didiskusikan bersama untuk melihat relevansinya dengan kondisi masyarakat di lapangan dan kemudian diterjemahkan menjadi langkah nyata,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah memiliki kebijakan dan kewenangan, perguruan tinggi serta lembaga penelitian memiliki pengetahuan ilmiah, sementara masyarakat memiliki pengalaman dan pengetahuan lokal yang telah diwariskan dan dipraktikkan selama bertahun-tahun.
Karena itu, masyarakat adat, petani, dan komunitas lokal harus ditempatkan sebagai mitra yang setara dalam pengelolaan lanskap.
Tirza berharap kegiatan tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi Kalimantan Barat. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi pembelajaran dan dikembangkan di wilayah lain.
Ia juga berharap hasil kegiatan dapat diamalkan dan diterapkan dalam kehidupan masyarakat serta program pembangunan di tingkat desa, sehingga tidak berhenti setelah seminar dan festival berakhir.
Melalui kolaborasi berbagai pihak, perlindungan hutan diharapkan dapat berjalan bersama dengan peningkatan kapasitas desa, pengembangan potensi ekonomi masyarakat, serta praktik budidaya yang tidak mendesak keberadaan hutan.
Seminar dan Festival Lanskap Lestari pun diharapkan menjadi langkah nyata dari bukti ilmiah menuju aksi kolaboratif, sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam menjaga lanskap dan membangun penghidupan yang berkelanjutan. (JM)
Editor: R. Hermanto

Posting Komentar