Bupati Sujiwo Tekankan Implementasi 10 Program Pokok PKK dan Semangat Gotong Royong
![]() |
| Foto: Bupati Kubu Raya, Sujiwo |
KUBU RAYA - Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan bahwa peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial semata. Menurutnya, yang paling penting adalah implementasi nyata dari 10 Program Pokok PKK hingga ke tingkat dasawisma sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Sujiwo mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kubu Raya telah mempersiapkan diri jauh-jauh hari agar mampu menjadi tuan rumah yang baik dengan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta kegiatan. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, mulai dari jajaran pemerintah daerah hingga tenaga P3K paruh waktu yang ikut menyukseskan pelaksanaan acara.
"Kalau membuat acara seremonial itu mudah. Punya anggaran, siapkan panitia, undang artis, pasti meriah. Tetapi yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita mengaplikasikan semangat dan inti dari Hari Kesatuan Gerak PKK dalam kehidupan masyarakat," kata Sujiwo.
Ia menegaskan, seluruh kepengurusan PKK mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, desa hingga dasawisma harus berjalan efektif. Menurutnya, keberadaan dasawisma sangat penting untuk mendata kondisi masyarakat secara langsung.
"Melalui dasawisma, pengurus PKK bisa mengetahui apakah ada warga yang menderita TBC, mengalami stunting, ibu hamil yang membutuhkan perhatian, lansia, maupun masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi. Semua itu kemudian dilaporkan secara berjenjang hingga pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah penanganan," ujarnya.
Sujiwo mengakui seorang bupati tidak mungkin menjangkau seluruh rumah warga seorang diri. Karena itu, ia menaruh harapan besar kepada kader PKK agar mampu menjadi mitra pemerintah dalam mendata dan menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.
Selain menyoroti peran PKK, Sujiwo juga menekankan pentingnya menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam pembangunan daerah. Menurutnya, gotong royong bukan hanya kegiatan membersihkan lingkungan atau memperbaiki jalan, melainkan semangat kolaborasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan.
"Gotong royong adalah saling menguatkan, saling melengkapi, saling menyempurnakan, saling memotivasi, dan saling mendorong. Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Jika semangat itu diterapkan di seluruh organisasi perangkat daerah dan seluruh elemen masyarakat, percepatan pembangunan akan semakin mudah diwujudkan," tegasnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antarlembaga, organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, hingga seluruh komponen masyarakat menjadi kunci utama dalam mempercepat pembangunan di Kabupaten Kubu Raya.
Menurut Sujiwo, apabila seluruh pihak mampu mengedepankan semangat gotong royong yang sesungguhnya, maka berbagai program pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat dapat terlaksana secara lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran. (JM)
Editor: R. Hermanto

Posting Komentar