BGN Gandeng BUMDes dan Koperasi Perkuat Rantai Pasok Program Makan Bergizi Gratis
![]() |
| Foto: Rapat Koordinasi Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan BUMDes dan koperasi yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/5/2026) |
KUBU RAYA - Badan Gizi Nasional (BGN) memperkuat sinergi ekonomi kerakyatan dengan memberdayakan BUMDes dan koperasi untuk mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah itu dibahas dalam Rapat Koordinasi yang digelar di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Selasa (12/5/2026). Kegiatan berlangsung pada 11–13 Mei 2026 dengan tema “Sinergi Ekonomi Kerakyatan: Pemberdayaan BUMDes dan Koperasi untuk Penguatan Rantai Pasok dalam Mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG)”.
Rakor dihadiri Gubernur Kalbar H. Ria Norsan, Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi Irjen Pol. Sony Sonjaya, Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, perwakilan Forkopimda Kalbar, DPRD Kubu Raya, serta pejabat pusat dan daerah lainnya.
Turut hadir perwakilan KPPG Kalbar, BPOM Kalbar, ahli gizi, chef, pelaku koperasi, BUMDes, UMKM, dan pelaku usaha.
Wakil Kepala BGN Irjen Pol. Sony Sonjaya menegaskan Program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan melalui keterlibatan pelaku usaha lokal.
“Program ini telah melibatkan sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga UMKM dan koperasi. Hingga saat ini, sekitar 200 ribu masyarakat telah menerima manfaat MBG dengan dukungan sekitar 2.000 pemasok dari berbagai daerah,” ujarnya.
Menurut Sony, pemasok yang terlibat berasal dari koperasi dan kelompok masyarakat sekitar. Program ini membuka peluang ekonomi baru dan menyerap banyak tenaga kerja. Berbagai fasilitas seperti bangunan kosong, rumah tinggal, ruko hingga bekas restoran kini dimanfaatkan untuk mendukung operasional MBG.
Sony menekankan pentingnya keterlibatan koperasi desa dan kelurahan dalam mendukung rantai pasok pangan ke depan. Dengan sistem terintegrasi, koperasi dan BUMDes dinilai mampu menjadi penghubung antara petani, peternak, nelayan dengan kebutuhan pangan program MBG.
“Ke depan koperasi desa dan kelurahan akan menjadi bagian penting dalam mendukung rantai pasok Program MBG agar ekonomi masyarakat di daerah ikut bergerak,” katanya.
Gubernur Kalbar H. Ria Norsan menyampaikan Program MBG harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
“Program ini bukan sekadar bantuan pangan, tetapi juga strategi memperkuat ekonomi daerah dan menciptakan lapangan kerja. Melibatkan sektor pertanian, peternakan hingga perikanan untuk penguatan kemandirian pangan berbasis potensi lokal,” ungkap Ria Norsan.
Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan pihaknya ingin perputaran ekonomi dari Program MBG benar-benar dirasakan masyarakat Kubu Raya. Ia meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat memastikan kebutuhan pangan seperti ikan, sayur-mayur, ayam, telur dan daging dapat dipenuhi dari daerah sendiri.
“Kita ingin uang yang beredar dari program ini benar-benar berputar di Kabupaten Kubu Raya sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat,” tegas Sujiwo.
Menurutnya, apabila koperasi, UMKM dan petani dapat terkoordinasi dengan baik, maka Program MBG akan berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Barat, khususnya Kubu Raya. (Jm)

Posting Komentar