![]() |
| Foto: Ibu Lina dan Ibu Razemah, Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu |
KUBU RAYA - Warga Dusun Tanjung Durian, Desa Pulau Jambu, yang berada di wilayah perbatasan Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau, mengungkapkan keresahan mereka terhadap aktivitas ponton penyedot pasir yang beroperasi di dekat permukiman.
Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Ibu Lina dan Ibu Razemah kepada awak media saat berkunjung ke Dusun Tanjung Durian pada Jumat sore (3/4/2026). Mereka menuturkan bahwa aktivitas ponton, terutama pada malam hari, menimbulkan kebisingan yang sangat mengganggu waktu istirahat warga.
“Kalau malam hari sangat ribut, suara mesin ponton itu dekat sekali dengan rumah kami,” ujar Ibu Lina.
Ibu Razemah juga mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap dampak aktivitas tersebut, mengingat lokasi ponton yang beroperasi berada tidak jauh dari permukiman masyarakat.
“Kami merasa tidak nyaman dan khawatir. Aktivitasnya dekat sekali dengan rumah warga,” katanya.
Menurut keterangan warga, upaya penyampaian aspirasi sebenarnya telah dilakukan. Masyarakat bahkan disebut telah dua kali menggelar aksi demonstrasi kepada pihak perusahaan.
Namun hingga saat ini, tidak ada respon yang positif dari pelaku usaha. Kondisi ini membuat warga semakin geram, karena aktivitas ponton masih terus berlangsung tanpa adanya perubahan yang dirasakan di lapangan.
Masyarakat berharap pihak perusahaan dapat lebih memperhatikan dampak operasional terhadap lingkungan dan kenyamanan warga, khususnya terkait kebisingan pada malam hari.
Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah, baik Kabupaten Kubu Raya maupun Kabupaten Sanggau, untuk turun tangan mengingat lokasi aktivitas berada di wilayah perbatasan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan yang disampaikan warga Dusun Tanjung Durian.
